Senin, 19 Januari 2015

Sentra Batik Tulis Giriloyo

Perajin Batik Tulis Tradisional Giriloyo
Sentra Batik Tulis Giriloyo: Sekarang ini, popularitas industry batik di Imogiri memanglah telah mulai terkenal oleh orang-orang Indonesia. Terlebih, kebiasaan batik yang telah ada di lokasi ini sudah jalan cukup lama, lebih kurang seputar satu era waktu lalu. Kebiasaan itu juga saat ini sudah diwariskan dengan cara turun temurun ke grup pengrajin di sana, terutama grup wanita. Di masa seputar 1960-1970 sampai awal 2002 jumlah wisatawan yang bertandang cukup banyak. Tetapi, pasca peristiwa gempa yang menempa Yogyakarta pada th. 2006 lantas sudah bikin sentra industri yang ada di sana umumnya mati. Mengakibatkan, omzet sentra batik tulis yogyakarta serta pengunjung di tempat ini turun dengan cara tajam.


Batik Tulis Giriloyo memang agak asing terdengar di telingan kita, Tetapi, kemudian, tujuh th. pasca gempa itu berlangsung, sentra batik tulis jogja yang ada di lokasi itu saat ini mulai bangkit. Kebangkitan itu ditandai dengan adanya banyak grup pengrajin batik wanita yang ikut serta menghidupkannya kembali wisata batik jogja. Di sana, nyaris 90 persen wanita yang yang bergerak di sector ini. Wanita di sana juga banyak sebagai pengrajin batik serta tergantung hidup pada pesanan batik yang dibeli oleh customer. Umumnya beberapa pengrajin sendiri terhimpun dalam kelompok-kelompok kecil dengan beragam nama. Satu diantaranya adalah industry batik bernama Sentra Batik Tulis Yogyakarta, grup usaha yang dimulai oleh kesamaan diri untuk memberdayakan diri serta memberkan pendapatan dengan cara ekonomi, jadi dibuatlah grup ini.


Sentra Batik Tulis Giriloyo sama juga dengan grup bentukan lainya, grup ini juga rata-rata memperkerjakan perempuan-perempuan yg tidak mempunyai kesibukan lain pasca gempa yang berlangsung di bantul. Mereka juga bergerak perlahan-lahan untuk penuhi order yang datang. Untuk permasalahan pendapatan sendiri, rata-rata mereka terima pendapatan sebesar Rp 100. 000 untuk satu batik catat yang dihasilkan. Hingga makin banyak batik catat yang dihasilkan, jadi pendapatan mereka juga turut jadi tambah. Product paling utama yang mereka hasilkan juga berbentuk batik catat dengan kwalitas yg tidak kalah menariknya apabila dibanding dengan batik-batik populer yang lain. Mereka biasanya memakai seputar 30 persen pewarna alam serta 70 persen untuk pewarna buatan.

Seiring waktu berjalan, kelompok-kelompok pengrajin batik tulis giriloyo yang di dominasi kaum wanita juga saat ini telah dapat membuahkan omzet besar sampai sekitar 7-10 juta setiap bulannya. Walau demikian, seperti usaha Kecil serta Menengah yang lain, peran pemerintah tentu tidak dapat dilupakan. Hal semacam ini utama, agar grup wanita yang tergabung dalam UKM-UKM bisa selalu bertahan dalam lingkup Sentra Batik Tulis Giriloyo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar